JABARAKTUAL.COM, JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia kembali menimbulkan persoalan lintas batas setelah asap bergerak menuju sejumlah wilayah negara tetangga.
Kondisi kering dan peningkatan titik panas di Sumatra serta Kalimantan meningkatkan risiko penyebaran asap. Indonesia telah memperkuat operasi pemadaman melalui pengerahan personel darat dan operasi udara.
Menurut laporan AP, lebih dari 24.000 personel pemadam telah dikerahkan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah juga menjalankan operasi water bombing dan modifikasi cuaca.
Malaysia menjadi salah satu negara yang terdampak. Kondisi kabut asap bahkan menyebabkan hampir 600 sekolah di Sarawak ditutup ketika kualitas udara memburuk. Indonesia dan Malaysia kemudian meningkatkan koordinasi, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca.
Pemerintah Indonesia juga melakukan penegakan hukum. Polisi telah menangkap 72 orang yang diduga berkaitan dengan kebakaran, sementara sejumlah perusahaan turut diperiksa.
Singapura juga meningkatkan pemantauan. National Environment Agency (NEA) menyatakan titik panas dan kepulan asap di Sumatra serta Kalimantan dapat meningkatkan risiko kabut asap apabila kondisi kering berlanjut. Pemerintah Singapura menyiapkan Haze Task Force untuk merespons jika kualitas udara memasuki kategori tidak sehat.
Persoalan kabut asap kembali menunjukkan bahwa karhutla bukan hanya masalah nasional. Dampaknya dapat menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, ekonomi serta hubungan antarnegara di kawasan ASEAN.

No comments:
Post a Comment