Friday, September 4, 2026

Resmi Dimulai! Proyek MASTRAN dan PSO Siap Ubah Wajah Transportasi Massal Bandung Raya


BANDUNG — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah resmi memulai langkah besar transformasi transportasi publik di kawasan Bandung Raya. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking Mass Transit Project (MASTRAN) dan penandatanganan kerja sama Public Service Obligation (PSO) yang dipusatkan di Depo Bus Rapid Transit (BRT) Leuwipanjang, Kota Bandung.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, serta para kepala daerah dari kawasan Cekungan Bandung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi lintas wilayah yang kuat dalam membangun sistem konektivitas antardaerah yang solid dan saling terhubung.

Proyek MASTRAN hadir sebagai jawaban konkret atas tantangan kemacetan lalu lintas yang kian krusial di kawasan Bandung Raya. Melalui modernisasi sistem angkutan umum massal, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan mobilitas yang lebih efisien, terstruktur, serta aman bagi mobilitas harian masyarakat.

Sementara itu, penandatanganan kerja sama skema PSO menjadi jaminan keberlanjutan layanan agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Lewat subsidi ini, tarif angkutan umum massal dipastikan tetap ramah di kantong tanpa mengesampingkan standar kualitas, kenyamanan, serta keselamatan penumpang.

Pembangunan infrastruktur transportasi modern ini juga diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Cekungan Bandung. Aksesibilitas yang semakin lancar diharapkan mampu membuka peluang investasi baru serta mempercepat distribusi barang dan jasa antarwilayah.

Tak hanya berfokus pada penyediaan armada bus modern, proyek ini turut mencakup penguatan jaringan pendukung, mulai dari revitalisasi depo hingga integrasi halte-halte strategis. Integrasi ini dirancang agar titik transfer antarmoda dapat berjalan mulus dan memudahkan warga beraktivitas.

Pemerintah optimistis keberadaan sistem transportasi publik yang terintegrasi ini akan mendorong migrasi pengoperasian dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum. Penurunan volume kendaraan pribadi di jalan raya secara langsung akan mengurangi emisi karbon sekaligus menciptakan lingkungan udara yang lebih bersih.

Melalui komitmen bersama ini, pemerintah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendukung proses pembangunan hingga tahap operasional. Transformasi ini diharapkan dapat mewujudkan kawasan Bandung Raya yang modern, terkoneksi, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

No comments:

Post a Comment