Dari Konten Jadi Cuan, Pelaku Usaha Cimahi Belajar Manfaatkan Media Sosial dan AI

 

Jabaraktual.com, Cimahi, 10 Agustus 2026 — “Instagram atau TikTok, mana yang lebih tepat untuk usaha?”

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu diskusi menarik dalam kegiatan kolaborasi PW IPEMI, PD IPEMI Cimahi, RSMES TR2, dan SSGS Witel Bandung di Bento Kopi Cimahi, Jawa Barat, Senin (10/8).

Pertanyaan itu muncul saat peserta mengikuti sesi “Konten Video Jadi Cuan: Jadi Creator Pemula” yang disampaikan oleh Rizky Arie Prima, tim DMO Jabar. Sesi tersebut mengajak pelaku usaha memahami bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang pasar baru.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai pemilihan platform, Rizky mengatakan bahwa setiap media sosial memiliki karakteristik dan kebiasaan audiens yang berbeda.

“Platformnya bisa kita sesuaikan. Kalau Instagram, kita bisa memanfaatkan video maupun foto. TikTok sebenarnya juga bisa untuk keduanya, tetapi sejauh ini mayoritas konten yang lebih ramai di TikTok adalah video,” jelas Rizky.

Menurut Rizky, memahami karakteristik platform menjadi salah satu kunci agar konten yang dibuat tidak hanya menarik, tetapi juga sesuai dengan target audiens.

Bagi pelaku UMKM, pemahaman tersebut dapat membantu mereka menentukan jenis konten, format, dan kanal distribusi yang paling sesuai dengan produk maupun target pasar yang ingin dijangkau.

Tak hanya belajar membuat konten, peserta juga diajak melihat peluang AI untuk memperkuat branding usaha.

Materi “Company Profile Berbasis AI: Membangun Branding Usaha dengan AI” yang disampaikan oleh Siti Nurlaila memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI sebagai salah satu alat yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan materi komunikasi dan identitas bisnis secara lebih praktis.

Sebelumnya, peserta juga mendapatkan materi mengenai Sobat Indibiz, sebagai bagian dari edukasi mengenai pemanfaatan solusi digital dalam mendukung aktivitas usaha.

Antusiasme peserta selama kegiatan memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap literasi digital di kalangan pelaku usaha semakin berkembang. Bukan hanya tentang bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memilih dan memanfaatkannya agar memberikan dampak nyata bagi bisnis.

Melalui kolaborasi Telkom Regional II dan IPEMI, kegiatan edukasi dan pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Jawa Barat.

Sebab, transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Memilih platform yang tepat, membuat konten yang relevan, dan mulai memanfaatkan AI dapat menjadi langkah sederhana untuk membawa usaha semakin dikenal dan berkembang di pasar digital.